
Motivasi pertama saya untuk ikut donor darah ini, bukan hanya sekedar terprovokasi orang lain, tapi juga ada kesadaran diri yang muncul terhadap darah yang keluar dari tubuh saya ini.
Mencoba melaksanakan nasihat Tuhan, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya untuk orang lain. Khaoirunnass ‘Anfa’uhum Linnass.

Selain itu juga untuk mengurangi ketakutan menghadapi jarum suntik. Diri pribadi masih harus banyak bernegosiasi dengan dokter manakala ketika sakit dirujuk untuk disuntik. Menghadapi jarum suntik memang tidak semudah menghadapi jarum tusuk saat kita di bekam. Membayangkan ada sebatang besi kecil yang masuk ke dalam tubuh kita, terkadang membuat bulu kuduk merinding.
Setelah kembali menguatkan niat untuk kembali mengikuti donor darah, sebelumnya saya sarapan dulu dan memperbanyak minum air putih atau air teh manis hangat. Beberapa orang pernah ada yang bilang, kalau mau donor darah jangan sarapan dulu. Pernah saat donor saya yang ketiga, saya tidak sarapan dulu dan memang badan terasa lemas. Ternyata saat di cek kesehatan, dokter meminta saya untuk sarapan dulu sebelum darahnya di ambil. Akhirnya, mulai saat itu, saya selalu menyempatkan sarapan dan memperbanyak minum sebelum darah kita diambil.
Nah, selesai saya sarapan, segera beranjak ke tempat donor darah. Disana kita akan menemui banyak dokter yang bertugas. Ada yang kebagian sebagai pengecek darah dan kondisi Hb (Hemoglobin) dalam darah kita. Ada juga yang bertugas mencatat administrasi, dokter yang kebagian cek tekanan darah darah kita dan memberikan sedikit nasihat atas hasil pengecekan mereka. Ada juga dokter yang tugas untuk mengambil darah di jangkar yang telah disediakan untuk diambil darahnya.
Untuk mengambil antrian, kita diberikan selembar kertas isian untuk kita isi berupa pertanyaan soal kondisi kesehatan kita serta beberapa pernyataan bahwa kita dalam kondisi sehat atau sakit.
Setelah form tersebut kita isi, kita serahkan ke petugas PMI dan kemudian kita di cek berat badan serta ujung jari kita ditusuk oleh jarum untuk diambil sample darahnya dan dicek kondisi hemoglobin (Hb) darah kita, langsung dengan alat yang telah tersedia disana.
Setelah diketahui kondisi Hb kita, dan bila memang kondisi Hb kita memungkinkan layak donor, maka selanjutnya kita akan di cek kesehatan tekanan darah oleh dokter yang lainnya. Disana, sambil di cek tekanan darah, kita di tanyakan beberapa pertanyaan seputar kesehatan kita. Dan bila memang rekomendasi dokter dibagian ini menyatakan kita layak donor, maka kita tinggal menunggu antrian saja. Disana kita dipersilahkan untuk berbaring dan siap-siap untuk di sedot darahnya……

Beberapa saat sebelum jarum menusuk kulit, saya berpesan ke petugas PMInya. “Pak, tolong kasih aba2 ya sebelum jarumnya ditusukkan? Biar sayanya nggak kaget…” Dan tus…(kira2 bila ada suaranya, kurang lebih seperti itu)…akhirnya, jarum masuk ke pembuluh darah di tangan kiri saya. Beberapa saat setelah jarum dipastikan melakukan tugasnya,saya mencoba berbaring dengan nyaman, menarik nafas dengan teratur dan berusaha lebih tenang.

Beberapa saat sekitar 15 menit kemudian, terambil sudah 250 cc labu darah saya diambil dan saya dipersilahkan untuk bangun dan mengambil makanan yang telah disediakan PMI. Dan akhirnya, aksi donor darah hari ini telah diikuti oleh sekitar 63 orang yang berada di sekitar lingkungan kantor Samudera Indonesia. O iya, donor darah kali ini kondisi badan saya sedang tidak fit karena saya masih flu dan batuk. Tapi Alhamdulillah, selama kita tidak mengkonsumsi obat kimia dalam tempo 1 minggu terakhir, kita masih layak jadi pendonor.

Sedikit tips dari saya, sebagaimana pengalaman saya selama 4 kali ikut aksi donor darah, agar kita siap mengikuti donor darah :
- Tentukan niat yang lurus, Pasang niat dengan kuat dan mantapkan hati.
- Sarapan dulu, perbanyak makan dan minum.
- Manfaatkan momen donor darah ini untuk mencari tahu dengan detail mengenai kondisi darah dan kesehatan kita. Tanya kepada petugas PMI, bagaimana kondisi Hb darah kita. Biasanya mereka akan memberikan tips terkait kondisi kesehatan kita.
- Bila saat menghadapi jarum transfusi darah didepan mata, pejamkan mata dan bayangkan hal-hal menyenangkan hati kita. Misal, bayangkan seandainya darah kita ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi orang yang membutuhkan dan orang tersebut mendoakan kita.
- Ikuti semua petunjuk dan nasihat petugas PMI pengambil darah.
- Cara efektif menghadapi ketakutan adalah dengan menghadapi ketakutan itu sendiri.
0 comments:
Poskan Komentar